Sustainability 2023

UGM & UI Masuk Daftar QS Wur Sustainability 2023

UGM & UI Masuk Daftar QS Wur Sustainability 2023

UGM & UI Masuk Daftar QS Wur Sustainability 2023 – Lembaga analisis institusi pendidikan tinggi Quacquarelli Symonds (QS) baru-baru ini mengeluarkan daftar QS World University Rankings (QS WUR): Sustainability 2023. Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI) sebagai dua kampus yang masuk pemeringkatan ini pada sejumlah kampus di dunia. QS Sustainability Rankings 2023 merupakan pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS) yang mengukur kemampuan perguruan tinggi untuk sadar atas persoalan lingkungan, sosial, dan tata kelola, dengan menghadapi tantangan tersebut.

Indikator QS WUR: Sustainability 2023 terjadi atas indikator keberlanjutan lingkungan antara lain institusi berkelanjutan, pendidikan berkelanjutan, dan penelitian berkelanjutan; dan indikator dampak sosial antara lain kesetaraan, pertukaran pengetahuan, dampak pendidikan, kemampuan kerja dan peluang, serta kualitas hidup. Penilaian QS WUR: Sustainability 2023 juga terpecah atas Environmental Impact Rank dan Social Impact Rank, menurut dampak perguruan tinggi dalam hal lingkungan dan sosial. Peringkat terbaik dunia di QS Sustainability Rankings 2023 diraih University of California (UC) Berkeley, AS, disusul University of Toronto dan University of British Columbia di Kanada.

Peringkat keempat dan kelima didudukin oleh University of Edinburgh, UK dan University of New South Wales, Sydney. UGM dan UI sama-sama memperoleh peringkat global 281-300 di QS WUR: Sustainability 2023. UGM menggapai peringkat 233 global dalam sub pemeringkatan Environmental Impact Rank dan peringkat 467 dalam Social Impact Rank. UI sendiri memasuki posisi 251 dunia dalam sub pemeringkatan Environmental Impact Rank. Di Social Impact Rank, UI memperoleh peringkat 392.

 

Penilaian QS WUR: Sustainability 2023

Pemeringkatan QS WUR: Sustainability 2023 menggapai Environmental Impact Rank menampilkan dampak perguruan tinggi melalui pembangunan institusi yang berkelanjutan, terlibat dalam riset yang relevan dan berpengaruh pada keberlanjutan lingkungan, dan memasukkan isu keberlanjutan di kurikulum. Indikator institusi berkepanjangan mengukur apakah sebuah kampus terlibat secara resmi menjadi anggota kelompok aksi iklim atau sustainability, punya laporan emisi energi dan strategi keberlanjutan yang dapat diakses publik, punya kelompok mahasiswa yang fokus pada keberlanjutan lingkungan, dan membuktikan komitmennya sebagai institusi rendah emisi NetZero.

Oleh karena itu, indikator pendidikan berkelanjutan mengukur bagaimana alumni dan reputasi akademik kampus bermakna perkuliahan terkait ilmu bumi, kelautan dan lingkungan, dan ketersediaan mata kuliah yang menegakkan ilmu iklim dan atau keberlanjutan dalam kurikulum. Poin plus untuk kampus yang punya pusat penelitian khusus bagi kelestarian lingkungan. Indikator penelitian berkelanjutan membandingkan aktivitas penelitian universitas terikat Sustainable Development Goals (SDGs atua harapan Pembangunan Berkelanjutan).

Baca Juga : Daftar Prodi Favorit di Universitas Brawijaya

Keterlibatan pemerintah dalam penanaman penelitian dan pengembangan di bidang ini juga sebagai salah satu pertimbangan. Maka dari itu, di Social Impact Rank, kampus dinilai menurut perannya untuk menciptakan dunia yang lebih setara dan adil. Indikator kesetaraan menilai perguruan tinggi antara lain menurut proporsi mahasiswi dan fakultas, adanya perbandingan publik, kebijakan terkait keberagaman dan inklusi, dan dukungan disabilitas. Dengan begitu, indikator pertukaran pengetahuan mengukur kewajiban universitas untuk mentransfer pengetahuan dalam kolaborasi serta lembaga yang kurang secara ekonomi, di samping kecenderungan universitas untuk bermitra bersama lembaga dan organisasi lain.

Indikator dampak pendidikan melihat bagaimana penelitian universitas terikat pendidikan berkualitas, dampak alumni dan reputasi akademik kampus dalam perkuliahan sosial yang relevan, dan bagaimana kebebasan mahasiswa dan akademisi dalam melaksanakan penelitian mereka tanpa sensor. Indikator kapasitas kerja dan peluang mengukur bagaimana reputasi pemberi kerja dan skor employment outcome, menurut seberapa siap mahasiswa merintis karier yang sukses. Di indikator tersebut, universitas juga dinilai menurut penelitian tentang pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi, dan perdamaian, keadilan dan institusi yang kuat, serta tingkat pengangguran di negara tempat mereka tinggal. Lanjut, indikator kualitas hidup menilai komitmen kampus kepada kesejahteraan di dalam dan di luar universitas, penelitian terkait kualitas hidup, opsi kesehatan di kampus, hingga status udara di wilayah sekitar.